II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pengecoran Pengecoran adalah membuat komponen dengan cara menuangkan bahan yang dicairkan ke dalam cetakan. Bahan disini dapat berupa metal maupun non- metal. Untuk mencairkan bahan diperlukan furnace dapur kupola. Furnace adalah sebuah dapur atau tempat yang dilengkapi dengan heater pemanas. Bahan padat dicairkan sampai suhu titik cair dan dapat ditambahkan campuran bahan seperti chrom, silikon, titanium, aluminium dan lain-lain supaya bahan menjadi lebih baik. Bahan yang sudah cair dapat dituangkan ke dalam cetakan. Proses pembuatan secara umum proses pengecoran dilakukan melalui beberapa tahap mulai dari pembuatan cetakan, persiapan dan peleburan logam, penuangan logam cair ke dalam cetakan, pembersihan coran dan proses daur ulang pasir cetakan. Hasil pengecoran disebut dengan coran atau benda cor. Proses pengecoran bisa dibedakan atas 2 yaitu proses pengecoran dan proses pencetakan. Proses pengecoran tidak menggunakan tekanan sewaktu mengisi rongga cetakan sedangkan proses pencetakan adalah logam cair ditekan agar mengisi rongga cetakan. Cetakan untuk kedua proses ini berbeda dimana proses pengecoran cetakan biasanya dibuat dari pasir sedangkan proses pencetakan, cetakannya dibuat dari logam. Setelah logam cair memenuhi rongga dan kembali ke bentuk padat, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder. Pasir hijau untuk pengecoran digunakan sekitar 75 percent dari 23 million tons coran yang diproduksi dalam USA setiap tahunnya. Proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu traditional casting dan non-traditionalcontemporary casting. Teknik traditional terdiri atas 1. Sand-Mold Casting 2. Dry-Sand Casting 3. Shell-Mold Casting 4. Full-Mold Casting 5. Cement-Mold Casting 6. Vacuum-Mold Casting Sedangkan teknik non-traditional terbagi atas 1. High-Pressure Die Casting 2. Permanent-Mold Casting 3. Centrifugal Casting 4. Plaster-Mold Casting 5. Investment Casting 6. Solid-Ceramic Casting Perbedaan secara mendasar di antara keduanya adalah bahwa contemporary casting tidak bergantung pada pasir dalam pembuatan cetakannya. Perbedaan lainnya adalah bahwa contemporary casting biasanya digunakan untuk menghasilkan produk dengan geometri yang kecil relatif dibandingkan bila menggunakan traditional casting. Hasil coran non-traditional casting juga tidak memerlukan proses tambahan untuk penyelesaian permukaan. Jenis logam yang kebanyakan digunakan di dalam proses pengecoran adalah logam besi bersama-sama dengan aluminium, kuningan, perak, dan beberapa material non logam lainnya. http B. Macam-Macam Pengecoran 1.
Berdasarkanasalnya, magnet dibedakan menjadi dua, yaitu magnet alam dan magnet buatan. Magnet buatan adalah magnet yang sengaja dibuat oleh manusia. Salah satu cara membuat magnet adalah dengan mendekatkan baja/besi dengan sebuah magnet. Ujung besi yang didekati oleh magnet, akan berubah menjadi magnet yang memiliki kutub .
Teknik Cor – Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Contoh Tekniknya Dalam kehidupan sehari-hari, sudah banyak berbagai peralatan yang ada di sekitar kita. Mulai dari berbahan dasar kayu hingga logam. Dalam penggunaan logam, umumnya lebih sering diaplikasikan dan dimanfaatkan menggunakan teknik satu ini. Proses teknik cor adalah sebuah cara atau metode untuk membuat dan membentuk sebuah produk logam yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Dengan sebutan lain yakni casting, teknik cor adalah proses menghasilkan produk atau benda melalui pencairan logam dituangkan pada rongga cetakan. Sedangkan untuk contoh teknik cor sangatlah beragam, seperti patung. Simak pembahasan, lebih lengkap seputar apakah pengertian teknik cor dalam pembuatan karya patung, disini!Pengertian Teknik CorMenurut definisinya, teknik cor adalah sebuah cara atau teknik metode yang digunakan untuk membuat dan menciptakan suatu karya seni rupa terapan. Yang mana sangat berperan penting dalam proses pembuatan atau penciptaan suatu produk dan karya seni lainnya. Dengan menggunakan sebuah cara, yakni mencairkan berbagai bahan yang akan digunakan untuk membuat karya seni. Setelah itu, seluruh bahan yang telah dicampurkan dan menjadi leleh tersebut dicetak pada sebuah rongga cetakan. Yang mana disesuaikan dengan bentuk yang akan diciptakan. Mampu menghasilkan produk dengan desain yang sangat detail dan rapi. Untuk bahan dasarnya sendiri kebanyakan menggunakan beberapa bahan alam. Diantaranya adalah karet, logam, semen, dan masih banyak lainnya. Dahulu teknik ini, dikenal karena berguna untuk mencetak emas. Meskipun teknik ini masih digunakan hingga saat ini. Namun, lebih banyak dan sering diaplikasikan untuk pembuatan karya seni patung kriya. Sejarah Teknik CorSeperti yang sudah dibahas, teknik cor adalah metode membuat benda dengan menuangkan cairan berupa logam panas ke dalam cetakan. Kemudian tunggu cairan tersebut hingga benar-benar kering, dingin, dan padat. Cara ini digunakan untuk menciptakan berbagai macam benda. Mulai dari bagian permesinan, alat pertanian, konstruksi, dan karya seninya. Teknik satu ini untuk pertama kalinya dikenal oleh manusia, yakni ketika digunakan untuk mencetak emas dan tembaga. Yang mana dahulu menggunakan sebuah cetakan batu untuk menghasilkan sebuah produk atau benda. Awal mulanya, warga Mesir melakukan cor perunggu pada sebuah cetakan tanah liat. Hal ini terjadi pada kisaran 3500 tahun yang lalu. Proses atau metode ini merupakan salah satu cara penting dalam sebuah industri modern. Saat ini, telah banyak digunakan dan diaplikasikan sekitar 50% hingga 90% peralatan permesinan yang menggunakan teknik ini. Dikarenakan sangat unggul dan jauh lebih praktis. Tak heran apabila banyak industri yang memanfaatkan sebuah teknik pengecoran ini. Macam-Macam Teknik CorPada sebuah teknik pengecoran ini, umumnya ada beberapa jenis teknik atau metode pembagian. Yang mana dapat digunakan dan diaplikasikan sesuai dengan keperluan dan kebutuhan sebuah produk. Berikut 3 teknik yang sering digunakan, antara lain 1. Teknik MenempaUntuk yang pertama adalah teknik menempa. Dalam pembuatan sebuah produk seperti kerajinan yang berbahan dasar logam, dapat dibentuk menggunakan teknik satu ini. Umumnya, jenis logam yang sering digunakan adalah kuningan, tembaga, perak, dan emas. Biasanya berguna untuk menghasilkan benda seperti tempat lilin, keris, teko, bahkan piring Teknik Tuang Sekali PakaiSelanjutnya adalah teknik tuang sekali pakai. Yang mana teknik atau metode ini biasanya dipakai pada benda logam dengan hiasan atau ornamen yang jauh lebih rumit. Sebagai contoh patung perunggu dan arca. Untuk cara membuatnya, diawali dengan membuat model pada tanah liat kemudian diberikan lapisan lilin. Sehingga nantinya akan tercipta sebuah rongga dan cairan panasnya nantinya dapat dituangkan di dalamnya. Yang mana ditunggu hingga dingin dan mengeras. Setelah itu, baru hasilnya dapat dikeluarkan dari cetakan dan menghasilkan sebuah produk yang Teknik Tuang BerulangDan metode yang terakhir adalah teknik tuang berulang. Yakni dengan menggunakan dua pasang cetakan dan kemudian nantinya diulang hingga berkali-kali. Dimaksudkan berulang kali adalah cetakan yang digunakan, tidak perlu membuat terlebih dahulu. Umumnya hanya digunakan untuk membuat benda atau hiasan yang sederhana. Kelebihan dan Kekurangan Teknik IniProses pembuatan produk dengan cara ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Untuk kelebihan pada teknik pengecoran ini adalah mampu menciptakan dan membentuk berbagai bentuk yang kompleks dan rumit. Mulai dari bentuk bagian luarnya maupun detail pada bagian dalam. Selain itu, pada prosesnya dapat membentuk part atau bagian bagian mesin yang detail. Bahkan pada teknik ini mampu menghasilkan sebuah produk dengan cetakan yang sangat besar dan berat. Dapat membuat produk dengan kisaran berat lebih dari 100 ton. Saat ini telah banyak benda yang terbuat dari logam. Dengan menggunakan dan memanfaatkan teknik satu ini, dapat digunakan pada berbagai macam benda yang berbahan dasar logam. Untuk beberapa proses dan metode yang ada, dapat disesuaikan dengan keperluan dan kebutuhan produksi. Sedangkan untuk kekurangannya sendiri, secara umum meskipun memberikan banyak keunggulan. Namun, pada sebuah proses juga memberikan kekurangannya. Yakni dengan menggunakan teknik ini menghasilkan produk yang memiliki keterbatasan sifat mekanik. Bahkan dimensi yang diciptakan saat pencetakan kurang tepat. Tak jarang, hasil produk atau bendanya sering mengalami porositas. Untuk permukaan benda cetak yang dihasilkan kurang halus. Dan dalam proses penuangan logam cair panas ke dalam cetakan, juga memberikan pengaruh bahaya. Yang mana dapat membahayakan pekerjanya. Contoh Teknik CorPada contoh teknik cor umumnya sangat beragam hasil benda atau produk yang dihasilkan. Bahkan tak jarang, saat ini teknik pengecoran lebih sering digunakan dalam pembuatan patung. Dalam pembuatannya, bahan yang digunakan akan dicairkan terlebih dahulu. Hingga akhirnya dimasukkan ke dalam sebuah cetakan. Tak hanya itu, beragam produk yang dibuat dengan teknologi atau metode ini banyak digunakan dalam dunia permesinan. Salah satu contoh teknik cor adalah pada block mesin kendaraan, yang mana merupakan hasil dari teknik ini. Untuk beberapa produk lainnya adalah katup gas LPG, kran air, body pompa air, roda gigi, impeller, dan masih banyak perabotan di rumah lainnya. Itulah pembahasan lengkap seputar teknik cor. Mulai dari pengertian, sejarah, jenisnya, kelebihan dan kekurangan serta contohnya. Dengan memanfaatkan teknik ini dapat mempermudah Anda atau sebuah industri dalam menciptakan benda atau produk yang dibutuhkan. Terlebih lagi teknik ini jauh lebih mudah dan praktis, meskipun memiliki beberapa kekurangan.
Bentukkarya seni rupa terdiri atas bentuk dua dimensi (dwimatra),yang memiliki ukuran panjang dan lebar, hanya bisa dinikmati dari satu sudut pandang.Contohnya lukisan, batik, ilustrasi, dan tiga dimensi (trimatra), memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggidapat dilihat dari berbagai arah.Contohnya adalah patung, wayang golek,diorama, arsitektur, meja, dan kursi.Pengecoran casting merupakan salah satu cara pembentukan benda melalui pencairan logam yang dipanaskan dan dituang ke dalam celah cetakan berbentuk geometri. Selain itu, dapat berupa proses manufaktur yang membuat komponen-komponen tertentu yang menyerupai bentuk geometri benda jadi. Keunggulan dari pengecoran adalah dapat membuat benda berbentuk kompleks, baik dalam ukuran kecil hingga besar, bagian luar dan dalam. Sisa material yang terbuang dapat dipakai kembali. Dan mampu memenuhi kebutuhan partai besar. Secara umum, terdapat 6 jenis proses pengecoran. Setiap jenis memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan. 1. Sand casting Sand casting merupakan metode pengecoran dengan memakai media pasir silika. Cara kerja dari pengecoran pasir ialah menuangkan logam panas pada cetakan dan tunggu hingga dingin. Kemudian ambil hasil coran yang sudah jadi serta membersihkan sisa-sisa coran. Contoh hasil pengecoran pasir ialah blok mesin dan komponen otomotif. Pengecoran pasir sangat fleksibel dan memiliki penyusutannya yang baik selama proses pendinginan sehingga mengurangi risiko kerusakan pada material hasil coran. Biaya produksi terbilang rendah. Dapat digunakan untuk pengecoran material besi dan non-besi dengan kapasitas berukuran cukup. Akurasi yang lemah membuat benda dari pengecoran pasir membutuhkan toleransi yang besar. Serta sangat sulit mendapatkan hasil pengecoran dengan permukaan halus. 2. Invesment Casting Investment casting merupakan jenis pengecoran menggunakan cangkang yang terbuat dari keramik atua plastik yang mengitari pola lilin. Nantinya pola lilin dileburkan dan dihilangkan dalam tungku, dan logam dituangkan ke dalam cangkang sebagia proses pengecoran. Umumnya jenis pengecoran ini digunakan apabila memerlukan kompeksitas tinggi. Jenis pengecoran ini sangat cocok apabila memerlukan tingkat presisi yang tinggi, dan meminimalisir material buangan. Ramah untuk pengecoran material besi dan non-besi. Serta mampu mengecor dengan tingkat kerumitan tinggi. Tingkat kerumitan tinggi harus dibayar mahal karena butuh biaya produksi tinggi dari jenis penegcoran lainnya. Ganjaran keduanya adalah terdapat batasan ukuran dan jumlah yang dapat dituang. Terakhir proses pengerjaannya memakan waktu cukup lama. 3. Die Casting Pengecoran dengan melibatkan cetakan di bawah tekanan tinggi ke dalam cetakan disebut sebagai die casting. Cetakan logam mengunakan bahan utama berupa baja. Material tuang umumnya terbuat dari logam non-besi. Kelebihan dari die casting ialah hasil coran memiliki kepresisian tinggi. Sangat cocok untuk industri skala besar dengan konsistensi yang sangat baik. Dan pengecoran ini cocok untuk logam bertitik lebur rendah seperti tembaga, zinc, dan magnesium. Suku cadang yang mahal membuat biaya produksi juga naik. Pengecoran dengan berat lebih dari 75 ton sangat gak dianjurkan. Jenis pengecoran sulit menjamin sifat mekanik dari komponen merupakan bagian struktural fungsional. 4. Low Pressure Casting Jika die casting menggunakan tekanan tinggi, maka jenis pengecoran ini memakai tekanan rendah dengan kisaran 0,02 – 0,06Mpa. Pengaplikasian jenis pengecoran ini pada benda aksial seperti ban mobil. Proses ini memiliki kontrol presisi dari pengisian rongga cetakan sehingga logam cair dapat mengalir cepat melalui saluran umpan, serta mengurangi pembentukan oksida dan mencegah porositas rongga yang berada di dalam coran. 5. Centifugal Casting Sesuai namanya, jenis pengecoran ini dilakukan dengan cara memutar cetakan dengan memakai gaya sentifugal. Umumnya dipakai untuk membuat benda silinder seperti barrel. Jenis pengecoran ini memiliki kepadatan tinggi, beberapa defeksi seperti pori dan terak, dan punya sifat mekanis tinggi. Terdapat batasan pengunaan ketika produksi pengecoran berbentuk khusus. Pada diameter bagian dalam gak akurat, permukaannya kasar, buruk, dan biaya terbilang tinggi. Serta rentah terhadap segregasi gravitasi tertentu. 6. Plaster Casting Pengecoran ini serupa dengan sand casting. Bedanya adalah memakai campuran air, gypsum, dan senyawa penguat lainnya. Campuran plaster dapat mengalir karena konsistensi fluida. Pola yang digunakan biasanya terbuat dari plastik atau logam. Pengaplikasian plaster casting adalah dalam pembuatan sudu pompa dan turbin. Toleransi dimensi jauh lebih baik daripada sand casting dengan biaya produksi lebih tinggi. Hasil akhir penegcoran sangat halus. Dalam pengunaannya, plaster casting butuh minimal draft 1 derajat. Serta harus sering dilakukan penggantian bahan cetakan. Pengecoran dapat dilakukan dengan melihat kebutuhan benda kerja, gak semua berlaku all in one. Setiap jenis memiliki karakteristiknya masing-masing. 2Lhwq.